Masih segar di ingatan saya bagaimana presiden AS sekarang, Barrack Obama dengan mudahnya mengambil simpati banyak orang melalui jejaring sosial….sebutlah diantaranya myspace, facebook, friendster dsb
Meskipun masih banyak pihak yang meragukan keefektifan kampanye dunia maya untuk meraih suara2 tertentu, tapi dalam hemat saya kampanye di dunia maya (khususnya di facebook yang sangat saya gandrungi sekarang ini) paling tidak bisa sedikit mengambil simpati para pemilih mudah; khususnya pemilih baru yang masih bimbang dalam menentukan sikap politiknya bahkan boleh dibilang cenderung ke arah golput alias males milih…
Barrack Obama dengan kekuatan dalam mottonya “Change” telah berhasil menggaet simpatisan dalam berbagai lini masyarakat, bahkan di facebook sendiri…page yang dibuatnya itu mampu meraih lebih dari 6 juta fans, yang membuat page Barack Obama sampai sekarang menjadi page paling favorit menurut versi facebook (jauh diatas page facebook itu sendiri!!!)
errr…. lalu bagaimana dengan pemanfaatan dunia maya, khususnya jejaring sosial facebook untuk para politikus Indonesia???
Sejalan dengan waktu saya mengikuti jejaring sosial ini, sudah banyak sekali politikus kelas teri sampai kelas kakap sekalipun mempunyai akun facebook. Dari pak SBY, sampai ke politikus kelas RT sekalipun…. Tapi sangat disayangkan, kebanyakan dari para politikus ini masih belum bisa memaksimalkan potensi dari jejaring sosial tersebut. Hal ini bisa dibuktikan dengan jarangnya update dari akun para politikus tersebut.
Nah, selain dengan pemanfaatan jejaring sosial facebook ini untuk meraih simpatisan…ternyata jejaring sosial facebook ini bisa menjadi batu penghalang bahkan bumerang bagi para politikus. Wajar…karena situs2 ini cukup liberal dan tidak begitu mengontrol isi di dalam setiap page sampai ada aduan dari pihak2 tertentu. Dan hukumnya juga sudah bukan hukum Indonesia yang bermain disana.
Nah, yang cukup meraih perhatian publik beberapa hari belakangan ini adalah fenomena facebook tentang page “say NO to Megawati”. Mungkin sudah banyak dari teman2 yang sudah tau keberadaan page yang kira2 baru dibuat hari kamis/jumat yang lalu tapi jumlah fansnya sudah mencapai lebih dari 70ribu orang.
Awalnya saya kaget, terpana, speechless melihat wall dan komen2 yang dilontarkan di page tersebut. Bagaimana tidak…dari komentar2 yang sukup sopan untuk mengkritik, menghujat bahkan sampai bahasa preman pasar pun tertera dengan jelas dan bisa diakses dengan mudahnya oleh semua orang yang terkoneksi dengan internet dan bisa mengakses facebook. Yang membuat saya tertawa terbahak2 adalah disamping penolakan, penghujatan dan pembelaan dari para simpatisan beliau (yang notabene jauh lebih sedikit jumlahnya); ada saja guyonan ala kaskus yang menggelitik perut saya. Guyonan seperti pedagang asongan yang menawarkan aqua, tehbotol, rokok dsb sampai pada cendol dan bata merah yang umum digunakan di situs kaskus tersebut.
Entah bagaimana cara menelusuri siapa pembuat page tersebut, tapi yang pasti page yang secara kasar saya hitung bertumbuh kurang lebih 1000 fans setiap jamnya itu telah membuat gerah sekjen PDIP, Pramono Agung. Dikutip dari berita di kompas, beliau dikatakan akan melaporkan page di situs jejaring facebook ini sebagai black campaign yang ingin mendiskreditkan ibu Megawati Soekarnoputri dari rival politiknya.
Berikut adalah kutipan yang dimaksud:
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Pramono Anung, Senin (6/4) siang, mengatakan, keberadaan grup dalam Facebook itu merupakan bagian dari upaya mendiskreditkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
PDI Perjuangan, kata Pramono, akan segera melaporkan komunitas itu kepada pengawas pemilu. “Pasti itu merupakanblack campaign yang dilakukan dengan sangat terbuka. Dalam UU Pemilu, pelaku bisa diancam pidana pasal 270 dengan hukuman 24 bulan. Kami meminta Bawaslu menyikapi hal ini karena ada upaya mengadu domba,” kata Pramono saat dihubungi Kompas.com, Senin.
Yang lebih mengagetkan saya adalah adanya akun facebook yang mengatasnamakan ibu Megawati Soekarnoputri (entah beliau sendiri atau para simpatisannya) yang ikut mengomentari wall dari page tersebut yang cenderung mengancam akan menuntut si pembuat page atau para supporter yang ikut mengomentari wall tersebut (karena kata2nya cenderung absurb, atau saya yang tidak begitu jelas mengerti siapa yang dikatakan beliau sebagai “anda-anda”) melalui jalur hukum.
Seperti dibawah ini cuplikan kata2 beliau:
Megawati Soekarnoputri Kalian rakyat Indonesia yg melek teknologi tapi kelakuan seperti preman. Saya akan menuntut anda-anda secara hukum melalui kuasa hukum kami. Terus terang saya kecewa dengan generasi penerus Indonesia saat ini yang tidak menghormati lagi adat istiadat bangsa kita.
Berita mengenai fenomena facebook terhadap beliau ini telah menggugah beberapa situs berita penting yang ada di Indonesia seperti kompas dan detik.com.
Entahlah, saya sendiri sebagai individu telah melihat kegagalan beliau dalam memerintah Republik Indonesia tercinta ini. Bukan berarti saya membenci, tapi ada baiknya memang orang lain yang diberi kesempatan untuk merubah dan memerintah Indonesia ini. Karena memerintah negara yang cukup majemuk ini bukanlah sesuatu yang harus dicoba2 kan??? Individu yang mempunyai tanggung jawab moral yang tinggi dan tidak mementingkan kepentingan pribadi lah yang pantas untuk meraih tampuk pemerintahan tertinggi di negara kita.
Menurut saya, pak SBY cukup baik memerintah negara ini 5 tahun belakangan tapi kok tetap ada yang mengganjal ya???
Fiuh, akhir kata…pilih siapa ya???
baru baca salah satu artikel di kompas (http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/04/05/16262146/dodi.say.no..to.di.facebook.tidak.berpengaruh..) saya copas ya…
=================================================
MINGGU, 5 APRIL 2009 | 16:26 WIB
JAKARTA, KOMPAS.Com-Sampai saat ini grup “Say No!!! to” di Facebook telah mencapai angka 40.000 anggota. Tetapi itu tidak memberi pengaruh menjelang pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden.
Demikian diungkap Direktur Riset Lembaga Survei Indonesia (LSI) Dodi Ambardi saat ditemui setelah jumpa pers Efek Kampanye Terbuka pada Peta Kekuatan Partai menjelang Pemilu Legislatif 2009 di kantor LSI, Jakarta, Minggu (5/4).
“Tidak berpengaruh. Kecuali jika Indonesia sudah seperti Amerika yang penduduknya sudah 90 persen mengakses internet,” kata Dodi.
Menurut Dodi, saat ini penduduk Indonesia yang mengakses internet tidak lebih dari 15 persen. Jumlah itu, lanjutnya, masih dikurangi dengan jumlah pengguna internet yang tidak mengikuti perkembangan politik.
Ia melanjutkan, dari semua pengguna internet yang sekaligus juga mengikuti arus perpolitikan Indonesia ternyata tidak semuanya bergabung pada grup “Say No!!! to di Facebook tersebut. “Nah, sisanya itu yang ada di angka tersebut (40.000),” ungkap Dodi. “Nyatanya, jumlah tersebut tidak mencapai seperempat kursi,” jelas Dodi. ”
=================================================
Err… bener juga seh. pengguna internet di Indonesia itu ga nyampe 15% dari jumlah penduduk di Indonesia. Kalo menurut pemikiran saya yang agak dangkal, 15% dikurang kurang lagi dengan jumlah pemakai internet tidak aktif di facebook, kurang lagi dengan pemakai internet yang males ngomongin politik dan lain sebagainya…tarohlah bersisa 5% yang minat pada politik.
kalau 5% itu semua masuk kedalam page ini…. 5% dari 250juta (kurang lebih penduduk Indonesia) itu banyak loh… :p
barusan dapet lagi di http://techno.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/04/06/55/208105/pdip-tak-mau-tanggapi-tolak-mega-di-facebook
=================================================
JAKARTA – Adanya sebuah grup di situs jejaring Facebook yang mendiskreditkan Megawati Soekarnoputri, tidak akan ditanggapi oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Karena PDIP tidak mau bertindak secara kekanak-kanakan.
“Kita tidak mau kekanak-kanakan untuk merespon. PDIP akan tenang-tenang saja, tidak perlu show up, atau grogi,” tegas politisi dari PDIP Ganjar Pranowo saat dihubungi okezone, Senin (6/4/2009).
Menanggapi grup yang bernama “Say No To Megawati” itu, menurut Ganjar, merupakan upaya habis-habisan untuk menggempur Mega. Sehingga ada hasil-hasil negatif yang akan didapatkan Mega.
“Rakyat akan menilai, cara-cara yang baik akan diterima baik, cara-cara yang tidak baik akan diterima dengan tidak baik juga,” tukas Ganjar.
Seperti diberitakan sebelumnya, beredar grup yang menolak keberadaan Megawati Soekarnoputeri di Facebook. Grup yang berjudul Say “NO!!!” to Megawati itu, berisikan kritikan keberadaan Megawati yang kembali maju sebagai calon presiden dari partai PDI Perjuangan.(hri) (srn)
================================================
lah, jadi tindakan PDIP yang ingin melaporkan pengelola page ini ke bawaslu itu siapa???
duh, jadi bingung….
Gimana ya, kalo menurut saya Page ini bukan Black Campaign sih. Kalau menurut saya hanya sarana mengungkapkan unek-unek bagi mereka yang kurang menyukai cara-cara pengkritikan bu mega terhadap pemerintah.
Kalau masalah Pak Pramono Agung yang terhormat yang akan mempidanakan pembuat Page ini justru akan membuat masyarakat berfikir “loh, katanya demokrasi. tapi kok begitu?”
Menurut saya ya sudahlah, biarkan saja. Toh setiap orang berhak berpendapat dan beropini (walaupun saya sebal sekali pada orang-orang yang menggunakan bahasa preman pasar di dalam page itu)
Dan lagi, tidak seharusnya mereka yang suka kebablasan dalam mengkritik marah ketika dikritik. Wong Bu Mega kalau mengkritik pemerintah saja sekejam itu.
Jadi, menurut saya halaman itu bisa muncul ya karena kritikannya yang selama ini didengar banyak orang terlalu berlebihan. Bukan berarti yang ada di Page itu membela tokoh tertentu ya.
Jadi menurut seharusnya tidak seharusnya Bu Mega dan Jajarannya marah. Justru seharusnya komen-komen itu dibaca, dijadikan bahan Introspeksi. Begitulah seharusnya pemimpin yang baik…
Setuju?
YUP..!! klo menurut saya wall di grup ini jelas cuma mengungkapkan ketidak puasan kepada kinerja Bu Mega saat menjadi presiden.. Ini bukan black Camp seperti yg digembar-gemborkan petinggi Partai. Nyatanya saya yg cuma masy biasa turut ikut ke grup ini XD
Semua media buat berkampanye itu sah-sah saja. Mau back campaign kek, mo white campaign i don’t care !
But i do care when people are spreading their campaign on my wall !
sudah cukup ruang publik diperkosa keindahannya dengan segala macam spanduk tak jelas, masa ajang narsis saya juga mereka mau ambil juga ???
mba shierly..
aku udah join lama loh. pas supporternya masih sekitar 1000 orang-an.
dan sekaraaaaang…udah 83.000!!!
hahahha.
saya sih ngga bakal pilih Mega atau Prabowo, tapi saya juga ngga akan golput..
Say No To Golput! hehehe.
@ Ajeng,
saya juga bingung kenapa page itu dibilang black campaign ya?
gimana caranya black campaign yang dicurigai oleh simpatisan PDIP didalangi oleh sekelompok rival politik mereka. Kl memang rival politik yang memulai page tersebut, coba bayangkan segimana hebatnya orang tersebut menggalang massa. Sampai terakhir saya lihat sudah lebih dari 85ribu supporter yang gabung dalam beberapa hari terakhir…
kalau semuanya dikumpulin di stadion bung karno, bisa rubuh juga ya??? :p
@abi,
saya juga sependapat dengan anda. saya sendiri tidak memihak pada satupun golongan, malah cenderung bingung mau milih yang mana nanti pemilu.
begitu banyaknya informasi tentang semua partai, dari yang ecek2 sampe yang ga bener… fiuh
memang ga ada yang 100% bersih di politik ya :p
@eka,
jadi lo ngamuk karena wall lo dipenuhin atribut kampanye???
hehehehe….
ya begitulah era globalisasi bu
@dhila,
buset d, km ternyata setia juga mendukung gerakan ini??? hehehehe…
lagi rame ne masuk media, gara2 kaskus juga seh :p
tapi emank bener, say NO to golput. Supaya ga ada oknum2 yang dimenangkan dari ketiadaan suara orang golput
fiuh….
ternyata pagenya ditutup juga…
aneh bin ajaib….
He, sudah ditutup pagenya? Saya masih sempat baca dikit dua hari lalu setelah diinfo temen. Ngakak baca isinya, kliyengan liat supporternya.
Yo, bener. Kekalahan telak beliau dari SBY di pilpres 2004 bisa jadi ukuran kegagalan tersebut.
Maksudnya?
IMO sih, yang ngganjal ya JK dan Golkarnya itu.
Salam dari bandung
saya cuma mau bilang artikel anda layak di baca
Hari perempuan di peringati tiap tahun, dari tahun ketahun banyak perempuan bunuh diri karena di miskin secara struktural, janji-janji partai politik 30 % di parlemen hanya tinggal kenangan tapi yang di pekerjakaan di lembah hitam lebih banyak, selebihnya nekat jadi TKI yang beruntung di beri gelar pahlawan defisa tapi yang gagal pulang jadi bangkai, penguasa hanya bisa bilang lagi di usut.
Yang nasibnya agak beruntung adalah perempuan jadi-jadian, yang biasa di sebut banci mereka laris manis di TV berperan jadi badut, yang beruntung jadi perancang busana, yang sial mangkal di taman lawang yang lebih sial jadi pengamen di lampu merah.
Bergabunglah bersama saya agar tidak adalagi orang-orang yang di miskinkan secara struktural
http://esaifoto.wordpress.com/
@jensen,
hehehe…situ tau juga kan yang mengganjal selama ini??? :p
@puang,
makasih
tapi embel2 artikel anda kok kayaknya ga nyambung ama postingan saya ya???
hehehe… tapi lucu juga, anak umur 3 taon bisa bikin blog