Kalau saya ga salah, dulu waktu sekolah pernah belajar satu peribahasa tentang air susu dan air tuba ini. Kurang lebih artinya tuh, perbuatan baik yang diniatkan untuk menolong orang malah jadi imbas buruk ke orang yang melakukan perbuatan baik…
Kalau selama ini saya selalu menganut paham dimana kalau kita berbuat baik pasti karma baik yang terjadi pada kita; lalu sebaliknya kalau ktia melakukan perbuatan jahat ke orang pasti akan ada karma buruk yang akan terjadi pada kita somehow ataw somewhen…
Berangkat dari pemahaman tentang karma itu, saya beranggapan semua orang itu baik, maka dari itu kalau ada yang punya masalah selalu saya coba untuk bantu selesaikan. Tapi berkali2 niatan baik itu malah jadi bumerang untuk saya…
Beberapa contoh yang masih saya inget n membekas di pikiran tuh seperti ini:
Sekitar tahun lalu, ada seorang guru dari salah satu sma di jakarta timur meminta tolong ke saya untuk membantu proses studi banding para muridnya ke Malaysia, mulai dari tiket, hotel, transportasi dan lain2. Berhubung kepahaman saya tentang negara yang dituju, mulailah saya membantu dengan membuatkan perincian biaya dll. Setelah beberapa bulan tidak ada progress, saya pikir rencana sudah berubah dan saya diamkan saja. Ternyata dalam waktu 2 minggu sebelum hari keberangkatan yang direncanakan, seolah2semua kesalahan saya…saya diuber2 seolah saya yang tidak merencanakan dengan baik kunjungan itu, padahal dimana2 juga mana ada airline, hotel dan transportasi yang bisa confirm semuanya tanpa ada deposit dibayarkan ya??? Ckckckckckck…
Dirunut2, ternyata guru tersebut sudah mengambil deposit bahkan sudah ada yang bayar penuh untuk kunjungan tersebut tanpa dikonfirmasi kepada saya…neh loh…salah siapa???
Akhirnya untuk membantu menyelamatkan muka dari guru tersebut, saya dan pacar tercinta saya rela 2 minggu itu pulang sampai tengah malam untuk merencanakan dan mencarikan tiket murah (apalagi kl bukan airasia??), apesnya dengan segala janji manisnya yang katanya dana sudah di bank…saya bayarkan pembelian tiket pesawat untuk 20orang itu dengan kartu kredit saya. Sampai pada keberangkatan mereka, dengan alibi dana yang bisa ditransfer hanya bisa mencapai limit tertentu seharinya dari bank, mereka berangkat sampai pulang tanpa melunasi hutang kartu kredit saya. Sejurus dengan hal itu, karena kesibukan saya yang mengharuskan saya untuk pergi kembali ke Malaysia untu belajar, dana yang dijanjikan tersebut dicicil tapi belum lunas. Lalu guru tersebut meminta pertolongan lagi untuk membelikan tiket yang kali ini untuk keperluan para dewan guru yang ingin mengadakan studi banding ke Malaysia lagi… Again…dengan naifnya saya membantu mereka untuk membelikan tiket pesawat dengan kartu kredit saya dengan dana separuh dibayarkan… Oh gosh…. disini persoalan demi persoalan untuk membayar hutang kartu kredit beserta dengan bunganya (yang katanya akan ditanggun oleh beliau) bermula… Sedikit demi sedikit terkuak bahwa untuk studi banding dewan guru tersebut mereka kekurangan dana dan lain sebagainya, hutang menumpuk. Lalu bagaimana dengan tagihan kartu kredit saya yang mencapai belasan juta tersebut???
Beliau menjanjikan untuk membayar dengan mencicil, memang pada awalnya dibayarkan setiap bulan sedikit demi sedikit. Namun sampai sekarang semua mandek di tengah jalan, dan saya pulalah yang harus membayar semua kewajiban itu. Ya iyalah, orang kartu kredit yang terus meneror ke rumah saya untuk tagihan tersebut!!!!
Ga kapoknya, tidak lama sesudah kejadian tersebut….adalah teman saya yang mengaku bahwa dirinya menjadi korban fraud dari kartu kredit, dimana kondisinya waktu itu lagi akhir bulan, teman saya tercinta itu sedang diluar negri dan tukang kartu kredit sudah menunggu di depan rumahnya….
jreng…jreng…jreng…
Dengan hati tergugah, saya harus merelakan dana yang seharusnya untuk biaya kuliah saya itu dipinjam karena teman itu menjanjikan untuk membayar pada awal bulan sehabis gajian. Masih aman pikir saya kalau hanya untuk semingguan dipinjamnya…
Dengan hati lapang menunggu kesadaran dirinya untuk membayar pinjamannya itu, saya tidak mengungkit sama sekali (errr…untuk masalah dana, saya termasuk orang yang agak sungkan untuk meminta hutang orang. buat saya kl sudah berhutang dan berkomitmen, harusnya orang tersebut sadar sendiri untuk membayarnya…). Sampai sekarang, 6 bulan sudah berlalu dan teman tersebut tanpa sadarnya masih sering menghubungi saya tanpa berusaha untuk memenuhi ‘kewajibannya’ tersebut. Saya harus bagaimana???
Kalau persoalan tersebut diatas itu hanya menyebutkan masalah dana yang ga ada habisnya… ada lagi selain masalah dana… yaitu menyelamatkan teman dari mantan pacar yang suka nerorrrr….
Sekali lagi saya terkena masalah karena berniat untuk membantu teman…
Alkisah, ada seorang kawan lelaki saya di tempat kuliah yang berakhir menjadi teman baik… Dari perbincangan hal2 yang ringan sampai kepada curhat2an, terkuak bahwa dia mempunyai mantan pacar yang masih susah untuk melepaskan dia. Mulai dari miskol di tengah malam, sms2 ga jelas dan lain sebagainya…
Dengan niat baik, teman saya merencanakan untuk memberitahu mantannya kalau dia sudah punya pacar baru yaitu saya…karena memang niat untuk membantu, tergeraklah hati saya untuk mengatakan “iya” pada rancangannya…
Masalah tuntas sampai disana, saya mempunyai tugas untuk meyakinkan pada mantan pacarnya bahwa teman saya ini sudah mempunyai hidup yang lain dan tolong lupakan dia… legaaa….
Tetapi apa dinyana ternyata fasilitas kecanggihan jejaring sosial seperti friendster dan facebook akhirnya malah memberikan petaka pada saya. Dari Friendster dan facebook, terkuak bahwa saya mempunyai ‘pacar yang sesungguhnya…
Waaakkkzzzz….sekarang perseteruan berlanjut… teman saya lepas dari terornya, saya yang mendapatkan teror… teror yang katanya akan merusak hubungan saya dengan pacar saya yang sesungguhnya…
malang…oh malang…
kota apel yang indah…
Neeek… makanya lu jadi orang bertanduk dikit napa
jangan kayak malaikat molo
terlalu baik malah jadi dimanfaatin orang.
Btw pinjem duit dunk neeek
hahahaha
Mbak…
Ada orang yang memang “layak” untuk dibantu..
Ada yang memang “tidak layak” untuk dibantu..
Kita juga bukan superman yang bisa bantu semua orang kan? Ada saat kalau bilang tidak justru membawa kebaikan buat kita..
*tumben bisa bikin kata2 dalem banget*
klo dari segi positif: manusia kan emang sering lupa klo ngak dingetin, contoh “utang’, harusnya sih diingetin donk, mungkin dianya lupda
segi negatif; tuh temen emang muka badak !!!